Baru saja cinta berkata :
"bawalah aku malam ini"
Hingga semuanya hilang lenyap,
mengakhiri dan mengawalinya kembali
Saat itu juga, noktah dariku akan kau dapat
FRAGMEN KEHIDUPAN
"jangan merintih dalam hidup!!!"
Kamis, 17 November 2011
Selasa, 15 November 2011
puisi "sendiri"
Keributan itu lenyap
Menghempaskan arka ke altar malam
Dalam lamunan
Bisikkan aku kesendirian
Di atas noktah dan kertas putih
Di balik cerita
Pejamkan saja mataku
Buang di tengah udara
Maka jiwaku akan ternganga
Desau nafas yang beradu di sela-sela jemari
Merasakan pilumu
Kemudian cintamu
Cinta yang terogoh dari masa lalu
Dan sebuah kata yang terpendam
Kamu...tak mengerti nalarku
Pergi dari sini
Atau aku akan mengejarmu
created : 23 November 2010
Menghempaskan arka ke altar malam
Dalam lamunan
Bisikkan aku kesendirian
Di atas noktah dan kertas putih
Di balik cerita
Pejamkan saja mataku
Buang di tengah udara
Maka jiwaku akan ternganga
Desau nafas yang beradu di sela-sela jemari
Merasakan pilumu
Kemudian cintamu
Cinta yang terogoh dari masa lalu
Dan sebuah kata yang terpendam
Kamu...tak mengerti nalarku
Pergi dari sini
Atau aku akan mengejarmu
created : 23 November 2010
AKU
Seorang pemimpi yang berdiri kaku di antara pagar dunia yang lapuk. Di hadapan puncak gunung itu, menganga mulut senja. Burung-burung terbang, suara fana melayang. Hanya aku yang terjatuh di sela-sela rerumputan dan embun yang pilu.
Di sebelahku, tertegun satu kehidupan yang nyata. Membisikkan renungan dan mengundangku untuk bertamu. Datang bersama impian, lalu hilang dalam hentakan langit.
Aku adalah aku. Di tengah alam hijau yang terbendung dari jiwa-jiwa layu. Serta kesejukan yang terhantar dari rerumputan dan embun yang pilu.
Malang, 18 November 2010 (03.30 pm)
Langganan:
Postingan (Atom)
