Seorang pemimpi yang berdiri kaku di antara pagar dunia yang lapuk. Di hadapan puncak gunung itu, menganga mulut senja. Burung-burung terbang, suara fana melayang. Hanya aku yang terjatuh di sela-sela rerumputan dan embun yang pilu.
Di sebelahku, tertegun satu kehidupan yang nyata. Membisikkan renungan dan mengundangku untuk bertamu. Datang bersama impian, lalu hilang dalam hentakan langit.
Aku adalah aku. Di tengah alam hijau yang terbendung dari jiwa-jiwa layu. Serta kesejukan yang terhantar dari rerumputan dan embun yang pilu.
Malang, 18 November 2010 (03.30 pm)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar